Meteor, Meteoroid, dan Asteroid

Posted in Science n Tech on May 2, 2010 by ianiban

Belum lama ini mungkin anda pernah mendengar/melihat berita di televisi yang mengabarkan tentang jatuhnya benda asing yang menghancurkan tiga rumah di kawasan duren sawit, Jakarta Timur.  Hingga kini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) belum bisa memastikan benda apa yang jatuh dan menyebabkan tiga rumah di Duren Sawit, Jakarta Timur tersebut rusak. Namun, Lapan menduga benda tersebut adalah meteor. Karena bila dilihat dari sifat-sifatnya, seperti panas di ruangan, melelehnya plastik, dan terbakarnya bahan yang mudah terbakar yang ada di dalam ruangan, merupakan sifat-sifat dari meteor. Sedangkan menurut jenisnya kemunginan meteor itu adalah meteor batuan, sebab bila meteor logam maka kondisinya akan utuh, bukan serpihan.

Ledakan meteor terbesar di Indonesia terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, 8 Oktober 2009. Sebelum meledak sejumlah saksi mata sempat melihat meteor itu memancarkan api dan asap di udara. Meteor ini menghantam bumi berdiameter 15 sampai 20 kilometer di atas bumi dan jatuh di perairan Teluk Bone, Sulawesi Selatan, diameternya 10 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar sempat mengaku telah terjadi gempa kecil sebesar 1,9 Skala Richter (SR) di permukaan di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo. Ledakan meteor itu menyita perhatian ilmuwan dunia. Ledakan yang dipicu asteroid besar itu bahkan dilaporkan sampai terdeteksi oleh alarm infrasound milik Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty Organization (CNTBTO) yang berjarak 10.000 km dari lokasi jatuhnya meteorit. Bahkan, ledakan ini terdeteksi oleh alat sensor CNTBTO yang memang dikhususkan mendeteksi aktivitas atau ledakan nuklir di bumi. Ledakan ini sangat mengejutkan astronom dunia. Sebab, mereka tidak mendeteksi keberadaan asteroid ini sebelum menghunjam bumi. Menurut NASA kekuatan ledakan meteor Bone tiga kali bom atom Hiroshima.

Peristiwa jatuhnya benda asing dari angkasa tersebut sebenarnya bukanlah hal baru bagi masyarakat di dunia. Puluhan meteor besar pernah menghantam bumi ini. Belum lagi meteor-meteor lain yang berukuran kecil. Dan bumi bukanlah satu-satunya planet yang kerap disinggahi meteor. Berdasarkan penelitian, bulan, Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter (img1, img2) pun tampaknya mengalami hal yang sama. Hal ini terlihat dari pengamatan di permukaan planet tersebut yang mengindikasikan kerapnya planet-planet tersebut dihantam meteor. Dan bumi merupakan salah satu planet yang pasti disambanginya, selain planet-planet lain di galaksi Bima Sakti maupun galaksi yang lain.

Meteor

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan planet Venus, dapat disebut sebagai bolide . Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater (kawah tumbukan). Tercatat setidaknya ada 27 kawah tumbukan meteor terbesar di bumi yang berhasil diidentifikasi. Umur kawah tumbukan tertua terjadi pada 2019 – 2027 juta tahun yang lalu. Namun yang pertama kali berhasil diidentifikasi adalah kawah Arizona (juga dikenal dengan Barringten Crater) pada tahun 1920. Dikawah tersebut juga ditemukan bagian-bagian dari meteor penabrak di dalamnya. Beberapa kawah yang relatif kecil juga ditemukan memiliki bagian-bagian pecahan benda penabraknya.

Berikut 10 tabrakan besar benda langit dengan bumi:

10) Kawah Barringer, Arizona, Amerika Serikat
49.000 tahun lalu batu bintang ukurannya “hanya” 150 ft dan berat +/- 300.000 ton mengandung nikel dan besi dengan kecepatan 40.000 mil/jam menabrak bumi, hasil dari tabrakan meteor ini dapat dilihat 55 km sebelah timur Flasgaff, Arizona USA dinamakan kawah Barringer. Kawah ini adalah kawah terbaik yang terawetkan hingga sekarang, kekuatan yang dihasilkannya sama dengan letupan TNT 20 juta ton !
Hasilnya diameter 148 ft ( 45 m ) dengan kedalaman 175 m, diketemukan oleh Daniel Barringer pada tahun 1902 untuk pertambangan, sampai dengan hari ini kawah tersebut masih milik keluarga Barringer. Disebut juga Meteor Crater, Coon Butte, dan Canyon Diablo.

09) Bosumtwi, Ghana
Berada di 30 km sebelah tenggara kota Kumasi, Ghana. Terkenal dengan Danau alam Bosumtwi padahal danau tersebut adalah dampak dari tabrakan meteor 1,3 juta tahun yang lalu.
Diameternya 10,6 km kedalaman 45 m. Hujan yang terus menerus menggenangi bekas tabrakan tersebut membuatnya terbentuk menjadi danau. Kepercayaan penduduk setempat danau tersebut adalah tempat dimana jiwa yang mati untuk menghadapkan kepada tuhannya Twi.

08) Deep Bay, Canada
Berada di Barat daya Danau di Saskatchewan, Kanada dengan lebar 13 km dan kedalaman 220 m terjadi sekitar 100 juta tahun yang lalu. Dilihat dari strukturnya, memang tabrakan yang maha dahsyat.

07) Aorounga impact crater, Chad
Aorunga adalah kawasan ketika sebuah meteorit sebesar 1 mil ( 1,6 km ) yang menabrak bumi sekitar 2 – 300 juta tahun yang lalu, di sebuah daerah di gurun Sahara sebelah utara Chad, Afrika, tabrakan tersebut dapat terjadi kira-kira 1 juta tahun sekali.

06) Gosses Bluff, Australia
Sekitar 142 juta tahun lalu sebuah komet dengan lebar 22 km menghantam daratan Autralia, dengan kecepatan 40 km/detik, dapat disamakan dengan ledakan 22.000 megaton TNT!! Hasil yang ditinggalkan cukup mengesankan, yakni memiliki diameter 24 km dengan kedalaman 5000 m.

05) Mistastin Lake, Canada
Berlokasi di Labrador, Kanada. Danau Mistastin adalah bentuk dari hasil Meteorit menabrak bumi, hasilnya sebuah lobang dengan diameter 28 km pun menganga di kulit bumi.

04) Clearwater lakes, Canada
Yang ini lebih dahsyat lagi, sekitar 290 juta tahun lalu asteroid kembar menghantam bumi dekat dengan pantai teluk Hudson Kanada, hasilnya lubang dengan diameter 32 km dari asteroid yang besar, dan 22 km dari asteroid yang kecil.

03) Kara-Kul, Tajikistan
Di suatu ketinggian 13.000 kaki (3.900 m ) diatas permukaan laut, terdapat Kara – Kul. juga dikenal sebagaiQarokul: 16 mil (25km) luas danau di Pegunungan Pamir di Tajikistan, dekat perbatasan Cina. Danau yang sebenarnya terletak dalam 28 mil (45km) luas lingkaran depresi, yang ditabrak batu bintang lebih dari 5 juta tahun lalu, Kara-kul hanya ditemukan baru-baru ini, melalui citra satelit.

02) Manicouagan, Kanada
Manicouagan Reservoir (Danau Manicouagan) juga dikenal sebagai “mata dari Quebec”, sekitar 212 juta tahun lalu dengan 5 km lebarnya asteroid yang menghantam bumi, meninggalkan lubang raksasa dengan diamter 100 km.

01) Chicxulub, Mexico
Dikuburkan di bawah Semenanjung Yucatán di Meksiko, di dekat desa Chicxulub (yang berarti “ekor dari setan” di uCu), ini adalah kawah kuno dengan dampak yang paling besar dengan diameter 107 km. Tabrakan terjadi kira-kira 65 juta tahun yang lalu ketika sebuah komet atau Asteroid seukuran sebuah kota kecil mengahantam (setara dengan 100 teratons dari TNT) di Bumi dan menyebabkan mega-tsunami, gempa bumi dan letusan gunung berapi di seluruh dunia.

Meteoroid

Meteoroid adalah sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul. Ketika memasuki atmosfer sebuah planet, meteoroid akan terpanaskan dan akan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya. Jejak dari gas bercahaya ini disebut sebagai meteor, atau bintang jatuh. Jika sebagian meteoroid ini mencapai tanah, maka akan disebut sebagai meteorit.

Asteroid

Asteroid (dulu disebut sebagai planetoid), adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteorid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma (“ekor”) sementara asteroid tidak.

Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres, yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.

Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan, dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus, 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350 memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto) yaitu 129342 Ependes.

Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 1 Ceres, dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta, keduanya memiliki diameter ~500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis.

Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg, atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%), dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%), dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid 511 Davida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.

Sekarang coba kita bayangkan apabila ada sebuah asteroid mirip dengan 1 Ceres ataupun 4 Vesta yang jalur lintasannya mengarah ke bumi. Dan apabila asteroid itu menghantam bumi maka akan terjadi ledakan maha dahsyat yang akan menyebabkan gempa bumi amat dahsyat, dan meninggalkan lubang menganga di salah satu sisi permukaan bumi.  Gelombang tsunami yang luar biasa besar segera terjadi menenggelamkan seluruh daratan. Meskipun ada mahluk hidup yang selamat, akankah mereka bertahan dari hilangnya sumber kehidupan karena terhalangnya sinar matahari yang disebabkan oleh debu tebal yang menutupi langit selama bertahun-tahun dan menyebabkan menurunnya suhu di bumi seperti halnya zaman es? Apa yang bisa manusia lakukan sebelum itu terjadi? Akankah kisah dalam film Armageddon akan benar-benar jadi kenyataan, melakukan misi ke luar angkasa dengan tujuan meledakkan asteroid itu  sebelum ia sampai ke bumi?

Apa yang sudah kita persiapkan ketika datang waktunya kita kembali pada-NYA? Sudahkah kita mempunyai amal dan ibadah yang cukup?

Mungkin itulah akhir dari kehidupan, mungkin hari itulah yang dinamakan kiamat, atau awal dari kiamat. Lebih mendekatkan diri dan menambah keimanan kita pada-NYA adalah seminim-minimnya usaha yang bisa kita lakukan. Wallahua’lam bish shawab.

Forever..

Posted in Music on April 29, 2010 by ianiban

Forever (by: stratovarius)

I stand alone in the darkness
The winter of my life came so fast
Memories go back to my childhood
to days I still recall

Oh how happy I was then
There was no sorrow, there was no pain
Walking through the greenfield
Sunshine in my eyes

I’m still there everywhere
I’m the dust in the wind
I’m the star in the northern sky
I’m never stayed anywhere
I’m the wind in the trees
Would you wait for me forever?

I’m still there everywhere
I’m the dust in the wind
I’m the star in the northern sky
I’m never stayed anywhere
I’m the wind in the trees
Would you wait for me forever?
Would you wait for me forever?
Wil you wait for me

forever…?

Colours your life with music..!!!

Posted in Music on April 28, 2010 by ianiban

Dunia tanpa musik seperti halnya hidup didalam botol kosong, hampa, tak ada warna. So, tak ada salahnya warnai hidup dengan musik, apapun itu.

Colours your life with music..!

🙂